conti Ordinary Girl

Senin, 02 Oktober 2017

TUGAS 1 SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI








DISUSUN OLEH:


Ervina Ulfah Safitri (13514650)
Laras Puspitasari      (15514985)
Nur Rohmah Aprilia (18514185)
Chairunnisa (11513863)

4PA19




  
UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS PSIKOLOGI
2017/2018




Sebelum kami menjelaskan apa itu Sistem Informasi Psikologi atau yang di singakat menjadi SIP kami akan menjelaskan satu persatu yang pertama Sistem, yang ke dua Informasi dan yang terakhir sebelum kita menjelaskan apa itu SIP adalaha Psikologi .


A. Definisi Sistem
            Menurut Murdick dan Ross (1993) Sistem adalah sebagai seperangkat elemen yang di gabungkan satu dengan yang lainnya untuk suatu tujuan bersama.
            Dalam kamus Webster’s UnbrigedSistem adalah elemen-elemen yang saling berhubungan dan membentuk satu kesatuan atau organisasi.
            Sedangkan menurut Scott (1996) Sistem terdiri dari unsur-unsur seperti masukan (input), pengolahan (processing), serta keluaran (output).
            Berdasarkan pengertian di atas dapat di simpulkan bahwa sistem adalah suatu seperangkat elemen-elemen yang di merupakan gabungan satu dengan yang lainnya yang saling berhubungan yang membentuk satu kesatuan yang mempunyai tujuan bersama. Dalam sistem ada tiga unsur yaitu masukan (input), pengolahan (processing), serta keluaran (output).


B. Definsi Informasi
            Menurut Kenneth C. Laudon (2004) Informasi adalah data yang sudah dibentuk ke dalam sebuah formulir bentuk yang bermanfaat dan dapat di gunakan untuk manusia.
            Menurut Anton M. Moeliono (1990) Informasi adalah penerangan, keterangan, pemberitahuan, kabar atau berita.
            Sedangkan Menurut Gordon B. Davis (1984) informasi adalah data yang telah di proses/diolah ke dalam bentuk yang sangat berarti untuk penerimanya dan merupakan nilai yang sesungguhnya atau di pahami dalam tindakan atau keputusan yang sekarang atau nantinya.
            Berdasarkan pengertian di atas dapat di simpulkan bahwa informasi adalah data yang sudah di bentuk dalam penerangan,  keterangan, pemberitahuan, kabar atau berita yaang merupakan nilai untuk di pahami dalam tindakan atau keputusan.


C. Definsi Psikologi
            Menurut Wundt (1981) Psikologi adalah keadaan jiwa yang di refleksikan dalam kesadaran manusia. Unsur kesadaran merupakan hal yang di pelajari dalam psikologi.
            Menurut Branca (1964) Psikologi adalah merupakan ilmu pengetahuan tentang perilaku manusia.
            Sedangkan menurut Plotnik (2005) Psikologi adalah merupakan studi yang sistematik dan ilmiah tentang perilaku dan proses mental.
            Berdasarkan pengertian di atas maka di simpulkan bahwa psikologi adalah studi atau ilmu pengetahuan yang sistematik dan ilmiah tentang perilaku dan proses mental manusia secara sadar.


D. Definisi Sistem Informasi Psikologi
Sistem informasi psikologi adalah suatu sistem yang berhubungan antaramanusia, media, teknologi, serta lingkungan yang bertujuan untuk mengumpulkan, mengolah, serta menyimpan data mengenai perilaku atau tingkah laku individu dalam mengambil keputusan.


Daftar Pustaka
Al Fatta, Hanif. (2007). Analisis dan perancangan sistem informasi untuk keunggulan bersaing perusahaan dan organisasi modern. Yogyakarta: ANDI
Basuki, A. M. H. (2008). Psikologi umum. Jakarta: Universitas Gunadarma.
Gaol, C. J. L. (2008). Sistem informasi manajemen: pemahaman dan aplikasi. Jakarta: Grasindo.

Rabu, 08 Maret 2017

Contoh Kasus Person Centered Therapy & Tekniknya



Contoh kasus 

Seorang wanita usia setengah baya datang ke tempat praktek seorang psikolog karena memiliki permasalahan dengan kehidupan rumah tangganya. Penampilan wanita ini cukup unik dengan rambut berwarna dan pakaian yang serba minim. Menyikapi hal ini tentu saja psikolog tidak boleh berprasangka terlebih dahulu seperti berpikir yang tidak-tidak mengenai klien ini, hal ini merupakan aplikasi dari salah satu formulasi penting menurut Roger yaitu anggapan positif tanpa syarat, di mana terapis harus menerima keberadaan klien apa adanya tanpa pembedaan baik dan buruk. Kemudian proses wawancara sebagai instrumen utama dilakukan,  klien mulai menceritakan masalah apa yang dihadapinya. 

Klien ini bercerita bahwa dirinya kurang dapat menikmati kebahagiaan hidupnya lagi akibat tekanan dan beban hidup. Selama mendengarkan keluh kesah klien ini, psikolog haruslah melakukan kongruensi, menyamakan pola pikirnya dengan pola pikir klien walau mungkin tidak sesuai, dengan anggapan bahwa klien adalah orang paling ahli dalam kehidupan dan masalahnya. Selain itu empati juga perlu dilakukan, psikolog mencoba ikut masuk dan merasakan apa yang dirasakan klien melalui keluh kesahnya. Terapis menggunakan perasaannya dalam menghadapi klien, dan terapis menjadi observer menggunakan seluruh inderanya. 


TUGAS 1 PSIKOTERAPI

BAB I PSIKOTERAPI 


1. PENGERTIAN PSIKOTERAPI
Dilihat secara etimologis psikoterapi mempunyai arti sederhana, yakni “psyche” yang artinya jelas yaitu “mind” atau sederhananya: jiwa dan “therapy” mengasuh, sehingga psikoterapi dalam arti sempitnya adalah “perawatan terhadap aspek kejiwaan” seseorang.

Pengertian psikoterapi menurut beberapa tokoh:
  • Watson & Morse (1977)
    Bentuk khusus dari interaksi antara dua orang, pasien dan terapis, pada mana pasien memulai interaksi karena ia mencari bantuan psikologik dan terapis menyusun interaksi dengan mempergunakan dasar psikologik untuk membantu pasien meningkatkan kemampuan mengendalikan diri dalam kehidupannya dengan mengubah pikiran, perasaan dan tindakannya.

  • Corsini (1989)
    Psikoterapi adalah proses formal dari interaksi antara dua pihak, setiap pihak biasanya terdiri dari satu oran, tetapi ada kemungkinan terdiri dari dua orang atau lebih pada setiap pihak, dengan tujuan memperbaiki keadaan yyang tidak menyenangkan (distress) pada salah satu dari kedua pihak karena ketidakmampuan atau malafungsi pada salah satu dari bidang-bidang berikut: fungsi kognitif (kelainan pada fungsi berfikir), fungsi afektif (penderitaan atau kehidupan emosi yang tidak menyenangkan) atau fungsi perilaku (ketidaktepatan perilaku); dengan terapis yang memiliki teori tentang asal-usul kepribadian, perkembangan, mempertahankan dan mengubah bersama-sama dengan beberapa metode perawatan yang mempunyai dasar teori dan profesinya diakui resmi untuk bertindak sebagai terapis.

Jumat, 29 Januari 2016

Untukmu, seseorang yang sekarang sudah tak lagi mengenaliku.
Ingatkah kau ;
Bagaimana ku selalu tersenyum ketika menatapmu,
seberapa besar harapan yang ku tumpangkan padamu,
sejauh apa ku menatap masa depan bersamamu..



Untukmu, seseorang yang sekarang sudah tak lagi mengenaliku.
Masih begitu jelas di ingatan ;
Bagaimana bibirmu menyunggingkan senyuman palsu,
seberapa banyak dusta yang ku terima dengan begitu berbunga-bunga,
dan begitu mudahnya kau menghancurkan semuanya..



Kepadamu, wahai jiwa yang dulu begitu ku cinta.
Sadarkah kau ;
Betapa bahagia yang ku rasa saat bersamamu,
betapa perih yang ku tahan ketika mencintaimu,
betapa banyak air mata yang ku tumpahkan karenamu,
betapa sering ku menangis dalam tawa,
betapa resah ku menjalani hari-hari tanpa kabar darimu,
betapa ku semakin jauh dari mereka (orang-orang yang nyata menyayangiku),
betapa lemahnya ku yang selalu sabar menghadapimu,
betapa bodohnya ku yang selalu berpura-pura tak mengetahui semua kebohonganmu,
dan yang harus kau tau, betapa ku mencintaimu...



Kamu, yang dulu, menempati tempat terbaik di hatiku.
Di kokoh lenganmu, ku mengharapkan perlindungan
di teduh matamu, ku berharap kenyamanan
di manis senyummu, ku menginginkan kebahagiaan 
di lembut suaramu, ku menemukan ketenangan
pada semua yang ada padamu, ku menemukan " kita "


Sabtu, 23 Januari 2016

I dunno whats happening to me..
Feel so lost right now, dunno what to do anymore, and dunno what I want!


Feel anxious, uncertain, and worried full stop..
I often lie down on my bed and just breathe.. Sometimes I take a walk, and sometimes I watch a movie. But there are times when I dunno what’s right, I just feel confused. When that happens, I become quiet and I focus my attention on my heart area.


I'm depressed..
Feel unhealthy and unmotivated. Dunno what I want to do with  my life at large.
I feel so sad and alone but I’m surrounded by family and friends. I feel like the inside of me is different to the out and it confuses me. I feel and look happy on the outside, but in my mind I don’t.. I feel worried and scared and sad and I dunno what about. I have always felt like this..


I often cry so much than I used to just to shut my brain off. I sleep a lot and I find it hard to go to university and my grades have dropped. I still dunno what to do.. I still dunno what the “right” thing is. Even though i know all this, is getting stuck in my own thinking.


I dunno why I feel sad and happy and that makes me anxious and worries me sometimes.
I’m always overthinking everything and taking on pointless problems from other people to put my worries aside.


I’m just so confused with my mind and my feelings and everything!




Minggu, 03 Januari 2016

Pada Akhirnya

Pada akhirnya, kamu hanya perlu mensyukuri apapun yang kamu miliki hari ini..
Walaupun yang kau tunggu tak pernah datang,
Walaupun yang kau perjuangkan tak pernah sadar dengan apa yang kau lakukan.


Nikmati saja..


Kelak dia yang kau cintai akan tau,
Betapa kerasnya kau memperjuangkannya,
Betapa dalamnya rasa yang kau simpan untuknya.


Dia hanya berpura-pura tidak tau atau mungkin tidak mau tau sama sekali. Then tidak usah hiraukan..  Jika sampai hari ini kau masih memperjuangkannya dan masih menunggunya, tidak masalah.. Tidak ada salahnya dalam memperjuangkan cinta yang kau rasa.

Namun, satu hal yang mungkin bisa kau renungkan bahwa menunggu ada batasnya, dan kau akan tau kapan harus berhenti dan mulai berjalan lagi Meninggalkan tempat di mana kamu pernah berjuang sepenuh hati, tetapi tak dihargai.



Sabtu, 02 Januari 2016

Aku Tak Ingin Mendoakanmu Mendapat Karma.




Aku cukup menyadari, Tuhan akan melakukan sesuatu yang Adil :)
Sama sepertimu, aku juga hanyalah makhluk yang tak sempurna, yang bisa saja melakukan banyak kesalahan.. Maka dari itu, aku tak ingin melempar sumpah padamu agar kamu mendapat karma.

Ku hanya percaya, di dunia ini ada sistem tabur-tuai

Di mana kamu akan memetik sendiri buah dari apa yang kamu tanam. Sekarang, ku lebih memilih untuk melanjutkan hidupku menuju masa depan yang sudah pasti menanti di depan sana.

1.       Tak terlihatkah dulu aku begitu tersakiti dengan semua ucapan dan sikapmu?
Ku tak habis fikir.. Sadarkah kamu dulu aku begitu terluka dengan semua perlakuanmu? Tak sadarkah kamu bahwa ku juga manusia yang punya hati, bisa merasa tersakiti dan bisa terluka?
Jika kamu dulu dengan sengaja menyakitiku, di mana perasaanmu, sayang? Sudah matikah hatimu? Yang ku tau, saat pasangan saling mencintai, mereka berdua akan saling berusaha untuk membahagiakan pasangannya. Tapi, mengapa kamu malah menyakitiku melalui semua perkataan dan sikapmu? Sudah tak cinta lagi kah??

2.       Ini bukan karena ku tak bisa mencari orang lain yang lebih bisa mencintaiku. Ini karena ku tak cukup mengerti, mengapa aku layak kamu sakiti? Dulu pertanyaan itu selalu memenuhi kepalaku..  Jika aku dulu tak kunjung pergi meski sudah disakiti, itu bukan karena ku tak mampu mencari sosok yang lebih baik. Itu semua karena fikiranku belum bisa menjawab pertanyaan terbesar yang kerap melukai hatiku.. “Apa yang membuatku begitu layak kamu sakiti??”

3.       Tak perlu bersumpah akan ada karma. Aku cukup sadar bahwa ada Tuhan yang melihat segalanya, dan Dia tak pernah tertidur.. Dia Maha Adil.
Tak perlu saling menyumpahi siapa yang akan mendapat karma. Sadar adanya Tuhan yang tak pernah tertidur saja sudah cukup bagiku.. Ia Maha Adil, ku sangat tahu itu.
Akan ada saat di mana yang bersedih akan dihibur sesuai dengan rencana-Nya J

4.       Saat ini aku hanya perlu berusaha ikhlas dan tegar.. Aku tak ingin orang tau bahwa aku bersedih, lalu mengasihaniku. Bagaimana senyumku? Masih indah, bukan? Meski terluka..
Tak mudah untuk memalsukan sebuah senyuman..
Kamu yang sudah mengacaukan semua isi hatiku,
Kamu yang sudah mengacaukan semua isi fikiranku.
Aku hingga saat ini belum bisa merapihkan ruang hati dan fikiran yang masih porak-poranda karena mu..  Tapi, tak ku biarkan kemelut hatiku terbaca oleh orang-orang disekitarku. Aku berusaha memalsukan senyumku agar mereka tau bahwa ku cukup kuat melewati hari-hariku. Bagaimana dengan senyumku sekarang? Masih terlihat ceria dan bahagia, kan? Ya, aku menampilkan sisi terbaik diriku pada orang lain meski hatiku hampir menyerah untuk tetap menjalani hidup. Aku tak berlebihan! karena memang ini yang ku rasa. Saat sekalinya ku sayang dengan seseorang, perasaan itu akan begitu dalam.  Ya, aku ini tipe orang yang sulit untuk jatuh cinta, dan  sekalinya  jatuh cinta hm rasa itu akan semakin mendalam setiap harinya..

5.       Aku hanya cukup menerima kenyataan bahwa sebenarnya aku bukanlah yang kamu cintai. Harus bisa ikhlas dan tegar meski memori indah itu masih menari difikiranku.
Ku harus ikhlas..
Ku harus tegar..
Kamu tau? Setiap perjalanan cinta pasti menyisakan banyak memori indah. Ya, mungkin itu yang membuatku masih saja memikirkanmu.. Tapi, semakin ku memikirkanmu, akhirnya bukan kebahagiaan yang kudapat. Justru, tambahan luka.. 
Akhirnya ku memaksakan diri ku untuk menyadari,
Bahwa ku bukanlah pribadi yang kamu cintai,
Bahwa ku bukanlah pribadi yang sebenarnya kamu dambakan.
Susah sekali menerima sugesti itu.. Tapi tiap kali ku teringat dirimu, aku kembali berteriak pada hatiku : “Hey!! Kamu bukanlah sosok yang dia cari!” Teriak ku berharap hati ku lekas tertutup untukmu.

Terima kasih untuk pelajaran yang sudah kamu berikan :)  Kalau saja kamu tak menyakitiku terlalu jauh seperti ini, mungkin ku tak akan menjadi pribadi yang sekuat ini..
Terima kasih untuk pelajaran hidup yang kamu berikan.. Semoga kamu cepat disandingkan dengan seseorang yang kamu anggap pantas mendampingimu.

Kamis, 24 Desember 2015

Sikap Pekerja dan Kepuasan Kerja



Nama : Chairunnisa
NPM : 11513863
Kelas : 3PA04


SIKAP PEKERJA DAN KEPUASAN KERJA


1.         TEORI-TEORI KEPUASAN KERJA
Menurut Wexley dan Yukl (1977) teori-teori tentang kepuasan kerja ada tiga macam yang lazim dikenal yaitu:
A.    Teori Perbandingan Intrapersonal (Discrepancy Theory)
Kepuasan atau ketidakpuasan yang dirasakan oleh individu merupakan hasil dari perbandingan atau kesenjangan yang dilakukan oleh diri sendiri terhadap berbagai macam hal yang sudah diperolehnya dari pekerjaan dan yang menjadi harapannya. Kepuasan akan dirasakan oleh individu tersebut bila perbedaan atau kesenjangan antara standar pribadi individu dengan apa yang diperoleh dari pekerjaan kecil, sebaliknya ketidakpuasan akan dirasakan oleh individu bila perbedaan atau kesenjangan antara standar pribadi individu dengan apa yang diperoleh dari pekerjaan besar.

B.     Teori Keadilan (Equity Theory)
Seseorang akan merasa puas atau tidak puas tergantung apakah ia merasakan adanya keadilan atau tidak atas suatu situasi. Perasaan equity atau inequity atas suatu situasi diperoleh seseorang dengan cara membandingkan dirinya dengan orang lain yang sekelas, sekantor, maupunditempat lain.

C.    Teori Dua – Faktor (Two Factor Theory)
Prinsip dari teori ini adalah bahwa kepuasan dan ketidakpuasan kerja merupakan dua hal yang berbeda. Menurut teori ini, karakteristik pekerjaan dapat dikelompokkan menjadi dua kategori, yang satu dinamakan Dissatisfier atau hygiene factors dan yang lain dinamakan satisfier atau motivators.

Satisfier atau motivators adalah faktor-faktor atau situasi yang dibuktikannya sebagai sumber kepuasan kerja yang terdiri dari prestasi, pengakuan, wewenang, tanggungjawab dan promosi. Dikatakan tidak adanya kondisi-kondisi ini bukan berarti membuktikan kondisi sangat tidak puas, tetapi kalau ada, akan membentuk motivasi kuat yang menghasilkan prestasi kerja yang baik. Oleh sebab itu faktor ini disebut sebagai pemuas. Hygiene factors adalah faktor-faktor yang terbukti menjadi sumber kepuasan, terdiri dari gaji, insentif, pengawasan, hubungan pribadi, kondisi kerja dan status.


2.    DETERMINAN SIKAP KERJA
Sikap kerja dapat dijadikan indikator apakah suatu pekerjaan berjalan lancar atau tidak. Jika sikap kerja dilaksanakan dengan baik, pekerjaan akan berjalan lancar. Jika tidak berarti akan mengalami kesulitan. Tetapi, bukan berarti adanya kesulitan karena tidak dipatuhinya sikap kerja, melainkan ada masalah lain lagi dalam hubungan antara karyawan yang akibatnya sikap kerjanya diabaikan.
1)      Menurut para tokoh :
a)      Gibson (1997), menjelaskan sikap sebagai perasaan positif atau negatif atau keadaan mental yang selalu disiapkan, dipelajari dan diatur melalui pengalaman yang memberikan pengaruh khusus pada respon seseorang terhadap orang, obyek ataupun keadaan. Sikap lebih merupakan determinan perilaku sebab, sikap berkaitan dengan persepsi, kepribadian dan motivasi.

b)      Sada (2000), adalah tindakan yang akan diambil karyawan dan segala sesuatu yang harus dilakukan karyawan tersebut yang hasilnya sebanding dengan usaha yang dilakukan.


2)      Sikap yang positif :
a)      Kemauan untuk bekerja sama. Bekerja sama dengan orang-orang dalam suatu kelompok akan memungkinkan perusahaan dapat mencapai tujuan yang tidak mungkin dicapai oleh orang-orang secara individual.

b)      Rasa memiliki. Adanya rasa ikut memiliki karyawan terhadap perusahaan akan membuat karyawan memiliki sikap untuk ikut menjaga dan bertanggung jawab terhadap perusahaan sehingga pada akhirnya akan menimbulkan loyalitas demi tercpainya tjuan perusahaan.

c)      Hubungan antar pribadi. Karyawan yang mempunyai loyalitas karyawan tinggi mereka akan mempunyai sikap fleksibel kea rah tete hubungan antara pribadi. Hubungan antara pribadi ini meliputi : hubungan social diantara karyawan. Hubungan yang harmonis antara atasan dan karyawan, situasi kerja dan sugesti dari teman sekerja.



d)     Suka terhadap pekerjaan. Perusahaan harus dapat menghadapi kenyataan bahwa karyawannya tiap hari dating untu bekerja sama sebagai manusia seutuhnya dalam hal melakukan pekerjaan yang akan dilakukan dengan senang hati sebagai indikatornya bisa dilihat dari : kesanggupan karyawan dalam bekerja, karyawan tidak kpernah menuntut apa yang diterimanya di luar gaji pokok.


3)      Faktor-faktor Sikap Kerja
Menurut Blum and Naylor (Aniek, 2005) terdapat beberapa factor yang mempengaruhi sikap kerja, diantaranya:
a)      Kondisi Kerja → Situasi kerja yang meliputi lingkungan fisik ataupun lingkungan social yang menjamin akan mempengaruhi kenyamanan dalam bekerja. Karena dengan adanya rasa nyaman akan mempengaruhi semangat dan kualitas karyawan.

b)      Pengawasan Atasan → Seorang pimpinan yang melakukan pengawasan terhadap karyawan dengan baik dan penuh perhatian pada umumnya berpengaruh terhadap sikap dan semangat kerja karyawan.

c)      Kerja sama dari teman sekerja → Adanya teman sekerja yang dapat berkerjasama akan sangat mendukung kualitas dan prestasi dalam menyelesaikan pekerjaan.

d)     Keamanan → Adanya rasa aman yang tercipta serta lingkungan yang terjaga akan menjamin dan menambah ketenangan dalam pekerjaan.

e)      Kesempatan untuk maju → Adanya jaminan masa depan yang lebih baik dalam hal karier baik promosi jabatan dan jaminan hari tua.


JOB ENRICHMENT



Nama : Chairunnisa
NPM : 11513863
Kelas : 3PA04

JOB ENRICHMENT


1.  Pengertian Job Enrichment
 Job enrichment merupakan suatu pendekatan untuk merancang kembali pekerjaan guna meningkatkan motivasi instrinsik dan meningkatkan kepuasaan kerja. Pekerja diberikan kekuasaan atas pekerjaannya, mereka dapat membuat pekerjaan mereka menjadi lebih terspesialisir dan sederhana.
           
            Dari hal tersebut pekerja dapat mengembangkan kecakapan yang mereka miliki. Selain itu, job enrichment mampu membuat pekerja menjadi termotivasi agar berhasil dalam mencapai kepuasaan kerja. Sebab dalam job enrichment disini pekerja melakukan pekerjaan dengan kemampuan mereka sendiri.
           
            Namun, tidak semua dapat melakukan job enrichment karena untuk dapat melaksanakan job enrichment pekerja diharapkan memiliki tanggung jawab. Bila mereka tidak mampu melaksanakan tanggung jawab ini tentu semua pekerjaan tidak dapat berjalan baik. Misalnya saja dalam tahapan merancang kembali pekerjaan disini dituntut adanya kreativitas dari pekerja. Agar pekerjaan yang dilakukan dapat terlihat menjadi lebih besar, bervariasi, dan kecakapan lebih luas. Dari situ pekerja juga dapat mengoreksi pekerjaannnya sendiri. Karena dalam job enrichment dituntut kemampuan dari para pekerja sehingga mampu memotivasi secara instrinsik, maka kemungkinan absensi dan perpindahan kerja akan berkurang. Adanya motivasi tersebut membuat pekerja ingin melakukan yang terbaik bagi pekerjaannya.

Contoh : Seorang mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di suatu universitas ia juga dapat membantu anak-anak  dibawah jenjang pendidikannya untuk mengajar anak –anak tersebut dengan cara membuka tempat les atau tempat untuk belajar.


2.  Langkah-Langkah dalam Redesign Pekerjaan Untuk Job Enrichment

A.     Menggabungkan beberapa pekerjaan menjadi satu.
    a.  Menjadi lebih besar
b.    Lebih bervariasi
c.    Kecakapan lebih luas

d.    Memberikan modul kerja untuk setiap pekerja.

B.     Memberikan kesempatan pada setiap pekerja untuk dapat bertanggung jawab.
a.    Kesempatan mengatur prosedur kerja sendiri

C.   Memberikan kesempatan pekerja menghubungi kliennya sendiri secara langsung.
a.    Orang – orang yang berhubungan dengan pelaksanaan kerjanya.

D.   Menciptakan sarana – sarana umpan balik.
a.    Pekerja dapat memonitor koreksi diri.


Jumat, 11 Desember 2015

Tidak ada ucapan maupun tindakan tanpa resiko. Seperti halnya aku yang kini beRESIKO akan 'sakit' di saat kamu benar-benar menemukan kebahagiaan tanpa kehadiran aku lagi (:

Aku mencintaimu = menyayangimu = membutuhkanmu.


Mencintaimu adalah perihal menerima risiko!
Jangan menjadikan hubungan ini sebagai ajang melepas lelahmu.. Aku sudah nggak bisa lagi bertahan di situasi seperti ini. Kalau masih ingin bermain-main, silahkan pergi..
Sehebat dan sesempurna apapun kamu, kalau datang hanya untuk membuat luka, lebih baik jangan pernah hadir sama sekali :) Bukan itu yang ku cari.. Ku hanya mencari seseorang yang mengerti baik dan buruknya ku, tetapi ia masih tetap bertahan untukku sehingga ku tidak perlu menuntut agar ia berubah menjadi yang ku inginkan. Kita berdua sudah cukup dewasa, terlebihnya kamu... Ku rasa sudah bukan waktunya untuk bermain-main tentang perasaan.





Minggu, 15 November 2015

MOTIVASI






Nama : Chairunnisa
NPM : 11513863
Kelas : 3PA04

Motivasi


1.      Definisi Motivasi
Pengertian Motivasi menurut Para Ahli : Motivasi berasal dari kata “motif” yang diartikan sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan  sesuatu.

A.    Menurut Sardiman
Motif merupakan daya penggerak dari dalam untuk melakukan kegiatan untuk mencapai tujuan.

B.     Menurut Mulyasa
Motivasi adalah tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku ke arah suatu tujuan tertentu.

C.      Menurut Hamalik
Motivasi adalah perubahan energi dalam diri (pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan.

D.     Menurut Sardiman
Motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “felling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan.


2.      Teori Drive Reinforcement
            Dasar pemikiran teori ini adalah bahwa perilaku individual atau motivasi merupakan suatu fungsi dari konsekuensi dari perilaku tersebut. perilaku yang diberi penguatan cenderung diulang, sedangkan perilaku yang tidak diberi penguatan cenderung akan ditinggalkan atau tidak muncul.

            Strategi utama atau kontegensi penguatan dengan penguatan (reinforce) positif : perilaku yang dikehendaki, perilaku positif, keberhasilan diberi reward (hadiah, penghargaan, pujian dsb) agar perilaku yg dikehendaki tersebut dipertahankan, diulang atau dengan kata lain ada usaha dari pihak manajemen untuk meningkatkan kekuatan atau frekuensi perilaku tersebut (positif, keberhasilan) dengan memberi reward.

A.    Reinforce negatif
Berusaha untuk meningkatkan kekuatan atau frekuensi respon dari perilaku yg dikehendaki dengan menghindarkan adanya stimulus negatif yang memungkinkan adanya respon yang tidak dikehendaki.

B.      Punishment
Berupa perlakuan tertentu fokusnya bertujuan untuk menghilangkan perilaku yang tidak dikehendaki.

C.      Extingtion
Fokus untuk menurunkan, mengurangi menghilangkan frekuensi munculnya perilaku yang tidak dikehendaki dengan cara tidak memberikan reward yang seharusnya diterima apabila melakukan perilaku yang dikehendaki.

             Teori-teori drive yang lain telah mengembangkan peran belajar dalam keaslian keadaan terdorong. Contohnya, dorongan yang di pelajari (learned drives), seperti mereka sebut, keaslian dalam latihan seseorang atau binatang atau pengalaman masa lalu dan yang berbeda dari satu individu ke individu yang lain. Karena penggunaan minuman keras sebelumnya, ketagihan heroin, contohnya mengembangkan suatu dorongan untuk mendapatkan hal tersebut, dan karena itu mendorong ke arah itu. Dan dalam realisasi motif sosial, orang telah belajar dorongan untuk kekuasaan, agresi atau prestasi. Keadaan terdorong yang dipelajari menjadi ciri abadi dari orag tertentu dan mendorong orang itu ke arah tujuan yang memadai, orang lain mungkin belajar motif sosial yang lain dan didorong ke arah tujuan yang berbeda.

            Masih menurut Hull, suatu kebutuhan biologis pada makhluk hidup menghasilkan suatu dorongan (drive) untuk melakukan aktivitas memenuhi kebutuhan tersebut, sehingga meningkatkan kemungkinan bahwa makhluk hidup ini akan melakukan respon berupa reduksi kebutuhan (need reduction response). Menurut teori Hull, dorongan (motivators of performance) dan reinforcement bekerja bersama-sama untuk membantu makhluk hidup mendapatkan respon yang sesuai (Wortman, 2004). Siegel dan Lane, mengutip Jablonke dan De Vries tentang bagaimana manajemen dapat meningkatakan motivasi tenaga kerja, yaitu:
a)      Menentukan apa jawaban yang diinginkan.
b)      Mengkomunikasikan dengan jelas perilaku ini kepada tenaga kerja.
c)      Mengkomunikasikan dengan jelas ganjaran apa yang akan diterima. Tenaga kerja jika jawaban yang benar terjadi.
d)     Memberikan ganjaran hanya jika jika jawaban yang benar dilaksanakan.
e)      Memberikan ganjaran kepada jawaban yang diinginkan, yang terdekat dengan kejadiannya.


3.      Teori Harapan
Teori ini diciptakan oleh David Nadler dan Edward Lawler yang didasarkan pada empat asumsi mengenai perilaku dalam organisasi, yaitu:
A.    Perilaku ditentukan oleh kombinasi antara faktor faktor yang terdapat dalam diri  orang dan    faktor-faktor yang terdapat di lingkungan.
B.     Perilaku orang dalam organisasi merupakan tindakan sadar dari seseorang, dengan  kata lain perilaku seseorang adalah hasi dari sebuah keputusan yang sudah  diperhitungkanoleh orang tersebut.
C.     Orang mempunyai kebutuhan, keinginan dan tujuan yang berbeda.
D.    Orang memilih satu dari beberapa alternatif perilaku berdasarkan besarnya harapan  memperoleh hasil dari sebuah perilaku.

Atas dasar asumsi tersebut, Nadler dan Lawler menyusun model harapan yang terdiri dari 3 komponen, yaitu :

a.       Nilai (Value)
Setiap bentuk insentif punya nilai positif atau negatif bagi seseorang. Juga apakah nilai itu besar atau kecil bagi seseorang.
Contoh : Seorang karyawan mendapatkan suatu penghargaan dari perusahaan dengan diberikan plakat, karena bakti kepada perusahaan selama sekian tahun. Tetapi, dampak negatifnya dapat membuat kecemburuan social terhadap karyawan lain.

b.      Instrumentalitas
Adanya hubungan antara pekerjaan yang harus dilakukan dengan harapan yang dimiliki. Jadi jika pekerjaan dilihat bisa merupakan alat untuk mendapatkan apa yang diharapkan timbullah motivasi kerja.
Contoh : seseorang mengikuti sebuah lembaga multi level marketing (MLM) dengan mengharapkan keuntungan yang berlimpah, karena bila mengandalkan insentif dari perusahaan tidak cukup memadai sebab bisnis MLM ini cukup menjanjikan.

c.       Pengharapan
Persepsi tentang besarnya kemungkinan keberhasilan mencapai tujuan/hasil kerja.
Contoh: seorang karyawan mendapatkan insentif lebih bila melakukan kerja lembur.


4.      Teori tujuan dan implikasi praktisnya
Teori ini menyatakan bahwa mencapai tujuan adalah sebuah motivator. Hampir setiap orang menyukai kepuasan kerja karena mencapai sebuah tujuan spesifik. Saat seseorang menentukan tujuan yang jelas, kinerja biasanya meningkat sebab :
a.       Dia akan berorientasi pada hal hal yang diperlukan
b.      Dia akan berusaha keras mencapai tujuan tersebut
c.       Tugas tugas sebisa mungkin akan diselesaikan
d.      Semua jalan untuk mencapai tujuan pasti ditempuh

Teori ini mengatakan bahwa kita akan bergerak jika kita memiliki tujuan yang jelas dan pasti. Dari teori ini muncul bahwa seseorang akan memiliki motivasi yang tinggi jika dia memiliki tujuan yang jelas. Sehingga muncullah apa yang disebut dengan Goal Setting (penetapan tujuan).


5.      Teori hierarki kebutuhan Maslow

A.    Kebutuhan Fisiologis
Ini adalah kebutuhan biologis. Mereka terdiri dari kebutuhan oksigen, makanan, air, dan suhu tubuh relatif konstan. Mereka adalah kebutuhan kuat karena jika seseorang tidak diberi semua kebutuhan, fisiologis yang akan datang pertama dalam pencarian seseorang untuk kepuasan.

B.     Kebutuhan Keamanan
Ketika semua kebutuhan fisiologis puas dan tidak mengendalikan pikiran lagi dan perilaku, kebutuhan keamanan dapat menjadi aktif. Orang dewasa memiliki sedikit kesadaran keamanan mereka kebutuhan kecuali pada saat darurat atau periode disorganisasi dalam struktur sosial (seperti kerusuhan luas). Anak-anak sering menampilkan tanda-tanda rasa tidak aman dan perlu aman.

C.     Kebutuhan Cinta
Sayang dan kepemilikan, ketika kebutuhan untuk keselamatan dan kesejahteraan fisiologis puas, kelas berikutnya kebutuhan untuk cinta, sayang dan kepemilikan dapat muncul. Maslow menyatakan bahwa orang mencari untuk mengatasi perasaan kesepian dan keterasingan. Ini melibatkan kedua dan menerima cinta, kasih sayang dan memberikan rasa memiliki.

D.    Kebutuhan Esteem
Ketika tiga kelas pertama kebutuhan dipenuhi, kebutuhan untuk harga bisa menjadi dominan. Ini melibatkan kebutuhan baik harga diri dan untuk seseorang mendapat penghargaan dari orang lain. Manusia memiliki kebutuhan untuk tegas, berdasarkan, tingkat tinggi stabil diri, dan rasa hormat dari orang lain. Ketika kebutuhan ini terpenuhi, orang merasa percaya diri dan berharga sebagai orang di dunia. Ketika kebutuhan frustrasi, orang merasa rendah, lemah, tak berdaya dan tidak berharga.

E.     Kebutuhan Aktualisasi Diri
Ketika semua kebutuhan di atas terpenuhi, maka dan hanya maka adalah kebutuhan untuk aktualisasi diri diaktifkan. Maslow menggambarkan aktualisasi diri sebagai orang perlu untuk menjadi dan melakukan apa yang orang itu “lahir untuk dilakukan.” “Seorang musisi harus bermusik, seniman harus melukis, dan penyair harus menulis.” Kebutuhan ini membuat diri mereka merasa dalam tanda-tanda kegelisahan. Orang itu merasa di tepi, tegang, kurang sesuatu, singkatnya, gelisah. Jika seseorang lapar, tidak aman, tidak dicintai atau diterima, atau kurang harga diri, sangat mudah untuk mengetahui apa orang itu gelisah tentang. Hal ini tidak selalu jelas apa yang seseorang ingin ketika ada kebutuhan untuk aktualisasi diri.

Teori hierarki kebutuhan sering digambarkan sebagai piramida,  lebih besar tingkat bawah mewakili kebutuhan yang lebih rendah, dan titik atas mewakili kebutuhan aktualisasi diri.

 
6.      Kebutuhan yang relevan dengan perilaku dalam organisasi
Kebutuhan aktualisasi diri, Maslow ingin dirinya diakui oleh orang lain dalam organisasi yang ia geluti.


 Daftar Pustaka
Edward Hoffman. 1988. A Biography of Abraham Maslow. Los Angeles: Jeremy P. Tarcher.
Alwisol. 2006. Psikologi Kepribadian Edisi Revisi. Jakarta: UMM.
Sarwono, S.W. (2005). Psikologi Sosial. Jakarta: Balai Pustaka
Vroom, VH dan Yetton, PW. (1973). Kepemimpinan dan pengambilan keputusan. Pittsburg: University of Pittsburg.\
Nasikun. (1993). Sistem Sosial Indonesia, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada
Sarwono, sarlito W. (2005). Psikologi social (Psikologi kelompok dan psikologi terapan). Jakarta : Balai Pustaka