conti Ordinary Girl: Psikologi
Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Desember 2013

Rahasia EQ Untuk Menjadi Leadership Sejati

Kepemimpinan selalu menjadi isu sentral di mana pun baik di organisasi, bisnis maupun perusahaan. Harga kepemimpinan menjadi sangat mahal untuk mengubah satu kondisi menuju kondisi yang jauh lebih baik.

Tapi dalam kenyataannya, tidak semua pemimpin dapat mengemban misi kepemimpinannya.
 Malahan yang muncul adalah tirani baru yang mencengkeram anak buahnya dan memaksakan segala kehendaknya tanpa acuan prinsip yang jelas.

 Tidak heran apabila yang muncul adalah kefrustrasian karyawan menghadapi ulah para pemimpin yang semau dirinya sendiri, tidak mau tahu dengan urusan karyawan dan lebih parah lagi kesannya hanya memeras keringat karyawan tanpa mau memperhatikan nasibnya.

Sejarah telah mencatat bahwa pemimpin-pemimpin besar bukanlah mereka yang duduk santai di belakang meja, angkat jari tinggi-tinggi, tunjuk sana tunjuk sini dan melampiaskan kemarahan apabila hal yang terjadi di luar harapannya.
Nabi Muhammad SAW yang disebut sebagai pemimpin luar biasa, dia adalah orang yang rendah hati, memiliki moral yang tinggi, selalu santun kepada kawan maupun lawan, selalu belajar dan selalu mengevaluasi diri.

Tapi bila melihat kemunkaran, kelalaian dan sesuatu yang ganjil, dia akan tegas untuk menegur bahkan sampai menghukum. Tapi bentuk ketegasannya tidak dalam kemarahan, tidak dengan mencak-mencak. Ia tetap tegas tetapi dibalut dengan kelembutan. Bukankah tali yang kuat adalah tali yang lentur, bukan tali yang kaku?

Pemimpin-pemimpin besar lainnya juga memiliki watak yang sama, tapi bila disederhanakan beberapa ciri pemimpin besar adalah; memiliki kecerdasan emosi, memiliki integritas, selalu belajar menambah ilmu pengetahuan, memiliki pola komunikasi interpersonal yang luwes, rendah hati, memiliki visi jauh ke depan, memiliki prinsip yang kuat dan teguh, mampu mempengaruhi pikiran orang lain, menerima kritikan dan masukan dari siapapun, selalu positif thinking, tidak pernah menyalahkan orang lain, selalu mendidik anak buahnya agar tumbuh menjadi jauh lebih baik dari hari ke hari.

Kecerdasan Emosi
Apa itu kecerdasan emosi? Apakah dalam dunia kerja emosi perlu dibawa? Dari jaman dulu sampai sekarang faktor emosi menjadi bagian dari manusia sangat besar yang dapat menentukan ke mana arah langkah seseorang. IQ memang diperlukan, tapi IQ bukan satu-satunya perkara yang bisa menjamin kesuksesan.

Contoh sederhana, seseorang yang memiliki IQ tinggi dengan indikator nilai Matematika tinggi, 9 misalnya, nilai statistik tinggi, Bahasa Inggris tinggi, IPK 3,5. Setelah terjun ke dunia kerja apakah nilai yang tinggi tersebut bisa dijadikan modal satu-satunya untuk meningkatkan prestasi perusahaan?.
Pengalaman membuktikan, mahasiwa yang memiliki nilai tinggi tanpa dibekali dengan kadar emosi yang cukup, mereka gagal dalam dunia kerja. Apakah mereka berantem terus dengan bosnya, pindah-pindah kerja dari satu tempat ke tempat yang lain karena tidak cocok dengan teman-temannya dan hal-hal lain yang memungkinkan orang tersebut tidak dapat beradaptasi dengan lingkungan baru karena merasa dirinya jauh lebih pintar dari yang lain.

Sementara di sisi lain, mereka yang memiliki IPK sedang-sedang saja, tapi luwes dalam bergaul, memahami kebutuhan orang lain, memberikan perhatian kepada teman-temannya yang sedang ada masalah, mereka jauh lebih sukses dan berhasil baik dalam karier maupun dalam mentalnya.

Ini perbedaan IQ dengan EQ dapat dilihat secara mencolok dari hasil kerja pikiran mereka. Demikian halnya dengan kepemimpinan. Seorang pemimpin yang menggunakan pendekatan kecerdasan emosi (EQ) akan menghasilkan kinerja jauh lebih baik ketimbang pemimpin yang hanya menggunakan pendekatan IQ.

Coba bedakan, pemimpin yang menggunakan kecerdasan emosi, pola pikirnya dimulai dari melihat karyawan sebagai asset dan bagian yang penting untuk masa depan perusahaan. Apabila karyawan bebas dari masalah, selalu termotivasi, diperhatikan kebutuhan dasarnya, maka mereka dengan sendirinya akan maksimal dalam bekerja.

Keuntungan atau laba pada dasarnya hanya merupakan akibat dari karyawan yang memiliki semangat tinggi, tidak ada masalah pribadi dibawa ke kantor dan mereka terus belajar untuk melihat peluang pasar di depan matanya.

Jadi, kalau mau untung, kalau mau sukses, peliharalah orang-orang di dalam terlebih dahulu. Mulai dari mutu customer servis agar pelanggan puas, memelihara kualitas produk, membina pelanggan dengan pendekatan tertentu sehingga mereka merasa dekat dengan perusahaan kita.

Di sini ada beberapa hal yang harus terus menerus diperhatikan mulai dari kondisi karyawan, kualitas produk, memelihara pelanggan dan melakukan komunikasi yang kondusif dengan pelanggan. Satu hal lagi ketika bisnis sudah mulai sangat kompetitif, harus selalu kreatif menciptakan produk baru agar pelanggan tetap mencari produk kita.

Sejauh mana perusahaan memperhatikan karyawan? Lebih spesifik lagi, sejauh mana pemimpin memperlakukan karyawan? Karyawan juga manusia memiliki masalah, keluh kesah dan persoalan hidup sehari-hari.

Ketika pemimpin tidak mau tahu terhadap persoalan karyawannya, jangan menyesal kalau terjadi turn over yang cukup tinggi di perusahaan tersebut. Pemimpin harus mampu menempatkan diri sesuai dengan situasi yang tepat.

Kadang bersikap sebagai seorang manager, kadang bersikap sebagai seorang bapak kepada anaknya, kadang bersikap sebagai teman atau sahabat, kadang bersikap sebagai konsultan, kadang bersikap sebagai juru therapis yang mengobati pasiennya.

Pemimpin tidak bisa bersikap seperti raja yang duduk manis didampingi dayang-dayang yang selalu mengipas-ngipas dirinya, tidak pernah turun ke lapangan, dan titahnya harus dituruti, peduli apakah titahnya itu logis atau tidak, penting atau tidak.

“Saya kan raja, jadi anda harus nurut.” Kepemimpinan model ini sama sekali tidak akan laku di pasaran. Mungkin anak buah menuruti perintahanya, tapi landasannya karena takut dan terpaksa, bukan karena senang melakukannya. Dan sebentar lagi mereka akan keluar dari perusahaan tersebut.

Pemimpin harus mampu mengelola emosi karyawannya. Satu waktu berikan pujian kalau karyawan melakukan berprestasi. Jangan sungkan-sungkan untuk mengatakan “Bagus, anda melakukan tugas secara baik, lanjutkan di masa-masa mendatang.

” Jangan sampai terjadi, ketika salah didamprat habis-habisan sampai semaput, ketika berprestasi malahan tidak disapa sedikit pun. Ini kan tidak fair memperhatikan anak buah atau karyawan hanya ketika mereka melakukan kesalahan saja.

Kalau karyawan melakukan kesalahan, jangan ditegur di tengah-tengah forum yang dilihat banyak orang. Tarik ke dalam, bicara empat mata, kalaupun mau mengkritik habis, marah atau apapun, lakukan di sana. Sehingga harga dirinya tetap terjaga.

Kalau ditegur dan dimarahi di tengah-tengah karyawan lain, siapapun akan menanggung rasa malu yang sangat besar, sementara mungkin tingkat kesalahannya tidak seimbang dengan tingkat kemarahannya.

Memimpin manusia memang memiliki keunikan-keunikan tersendiri. Terlalu keras dalam memperlakukan karyawan, mereka tidak bisa menerima, terlalu lembut dalam pengertian tidak tegas pun akan tidak berwibawa dan tidak dihargai.

Namun selama ini pendekatan kepemimpinan melalui pendekatan emosi jauh lebih efektif karena kita melihat orang dari kacamata yang holistik. Ini memang ujian kepemimpinan, banyak orang yang pandai dan berpengalaman di mana-mana, tapi ternyata gagal dalam memimpin manusia di bawah naungannya sendiri atau karyawannya sendiri.

Sampai di sini apakah kita masih bersikeras untuk memperlakukan karyawan, anak buah atau staf organisasi dengan cara-cara yang kaku, hitam putih? Atau kita berpikir ulang untuk bersikap jauh lebih luwes dalam memperlakukan karyawan.

Ken Blanchard dalam Self Leadership membagi sikap seorang leader ke dalam empat kategori ketika melihat karyawan dan situasi yang berbeda-beda:

1. Kondisi emergency
Pemimpin harus mengarahkan atau memerintah. Misalnya saja, terjadi kebakaran di sebuah tempat, pemimpin yang bersangkutan benar-benar harus memberikan instruksi secara jelas, tegas, bahkan cenderung otoriter, tidak ada usul atau bantahan. Dan sebaliknya anak buah pun harus mengerti kondisi sehingga si pemimpin bersikap demikian.

Masa sih dalam situasi yang gawat seperti kebakaran masih ada perdebatan sengit untuk membiarkan kebakaran menjalar atau secepatnya mengatasi kebakaran. Sudah tentu target yang harus dilakukan adalah segera menghentikan kebakaran tadi.

2. Melatih
Latihan diberikan kepada karyawan yang memiliki kemampuan sedang dan komitmen rendah. Sehingga dalam kurun waktu tertentu memiliki pengetahuan dan komitmen yang meningkat.

3. Mendukung.
Ini diberlakukan kepada karyawan yang kemampuan tinggi tapi komitmen tidak menentu. Dalam beberapa kasus pemimpin banyak melakukan proses latihan dan mendukung. Sehingga karyawan mendapatkan pengetahuan baru dan langsung dicoba.

4. Menugaskan atau Mendelegasikan Kerja. 
Ini diberikan kepada karyawan yang memiliki kemampuan tinggi dan komitmen yang tinggi pula. Karyawan jenis ini sudah memiliki kesadaran sendiri sekaligus kemampuan untuk mengemban tanggungjawab secara penuh.

Kalau polanya demikian, masih ragukah untuk menerapkan kepemimpinan dengan pendekatan kecerdasan emosi (EQ)? Mungkin perlu dicoba dulu, tetapi sebelum dicoba, pemimpin harus memiliki bekal yang utuh tentang kecerdasan emosi, jangan hanya menerapkan sepotong-sepotong.

SUMBER :
http://rahasiaotakjenius.blogspot.com/2013/05/rahasia-eq-untuk-menjadi-leadership.html#.UrpGIPuX-_M

Sabtu, 10 November 2012

TEST IQ



TEST IQ 

Di bawah ini ada empat ( 4 ) pertanyaan dan satu pertanyaan bonus. Jawablah semua tanpa
banyak pikir. Cuma boleh berpikir sedetik,
jawab segera.

OK?

Ayo cari tahu, seberapa pintar anda!
Siap? GO!!!!


Pertanyaan pertama:
Anda ikut berlomba. Anda menyalip orang
di posisi nomor dua.
Sekarang posisi anda nomor berapa?
~~~~~~
~~~~~~
~~~~~~~~~
~~
~~
~~~~~
~~~~~~~~~
~~~~
~~~~~~~
~~
~~~~~
~~~~~~~~~
~~~~~~~~~
~~~~~~~
Jawaban: Jika anda menjawab Nomor Satu,
anda SALAH BESAR!

Jika anda menyalip orang nomor dua, sekarang andalah yang ada di posisi nomor
dua!



Jangan ngaco lagi, ya! Sekarang jawab pertanyaan kedua,
tapi jangan berpikir lebih
banyak daripada ketika menjawab pertanyaan
pertama tadi,

OK ?

Pertanyaan Kedua:

Jika anda menyalip orang di posisi terakhir,
sekarang anda di posisi?

~~~~
~~~~~~~~
~~~
~~~~~~
~~~~~~~~~
~~~~~~~~~
~~~~
~~~~~
~~~~
~~
~~~
~~~~~
~~~
~~~
~~~~
~~~~

Jawaban: Jika anda menjawab anda orang
kedua dari terakhir, anda
SALAH LAGI!!!!

Coba, bagaimana caranya menyalip orang TERAKHIR?

Anda sebetulnya tidak
terlalu pintar, kan ?




Pertanyaan ketiga:

Hitung-hitungan yang pelik!

Catatan: kerjakan di pikiran anda saja.
JANGAN gunakan kertas atau pensil atau kalkulator.
Cobalah. Ambil 1000 dan
tambahkan 40 padanya.
Sekarang tambahkan 1000 lagi.
Sekarang tambahkan 30 . ! Tambahkan 1000
lagi . Sekarang
tambahkan 20. Sekarang
tambahkan 1000 Sekarang tambahkan 10 . Berapa totalnya?

~~~
~~~~
~~~~~
~~~~
~~~~~
~~~~

~~~
~~~~
~~~~~
~~~~

~~~~~
~~~
~~~~~~
~~~~~~~~~
~~~~
~~~~~
~~~~~~~
Apakah hasilnya 5000 ?

Jawaban yang benar adalah 4100.
Kalau tidak percaya, cek dengan kalkulator!

Apes, yaaaa?? Hahahaa :P



Mungkin di pertanyaan
terakhir anda bisa benaaaar, Mungkin!

Pertanyaan keempat:

Ayah Mary punya
lima anak: 1. Nana,
2. Nene, 3. Nini,
4. Nono.
Siapa nama anak kelima?
~~~~
~~
~~
~~~~
~~~
~~~~~~
~~~
~~
~~~~
~~~
~~~~~~
~~~~~~~~~
~~~~~~~~~
~~~~~~~
Apa anda menjawab Nunu?
BUKAAN! Tentu saja bukan.

Anak kelima namanya Mary.
Baca lagi pertanyaannya!


Okay, sekarang ronde bonus:



SEORANG bisu pergi ke toko dan ingin membeli
sikat gigi. Dengan menirukan orang menggosok gigi, ia berhasil menyampaikan
keinginannya pada penjaga toko dan ia
berhasil membeli sikat gigi.

Berikutnya, seorang buta masuk ke toko itu
dan ingin membeli kacamata hitam, bagaimana DIA menunjukkan keinginannya?
~~~
~~
~~
~~
~~~
~~
~~
~~~~~
~~
~~~~~~~
~~~
~~~~~~
~~~
~~~~~~
~~~~
~~~~~
~~~
~~~~

Jawaban : Langsung aja ngomong, dia kan nggak bisu :D




KIRIM TES INI UNTUK MEMBUAT FRUSTASI
ORANG-ORANG PINTAR
YANG ANDA KENAL! :))

Tahanlah laju penuaan otak! Para peneliti kini sudah mengetahui bahwa kita memiliki kemampuan untuk menahan laju penuaan otak. Ini bukan hanya menyangkut soal menahan lajunya tahun atau usia Anda, tapi berhubungan juga dengan kemauan Anda untuk maju. Jadi, kemauan untuk maju yang digabung dengan kekuatan pikiran benar-benar dapat memaksimalkan kinerja otak. Hal ini dapat dibuktikan berapa pun usia Anda.

“Memperoleh hikmat sungguh jauh melebihi memperoleh emas, dan mendapat pengertian jauh lebih berharga dari pada mendapat perak”. (Amsal 16:16)


MEMBERI OTAK “MAKAN” 
- Sama seperti anggota tubuh yang lain, otak Anda pun memerlukan vitamin, mineral dan asupan air yang teratur.

- Kemampuan berpikir, verbal reasoning, dan mengingat dapat meningkat walau jarum umur terus berputar, apalagi jika Anda senantiasa berjaga-jaga dan memberinya asupan makanan bergizi. Jadi rajin-rajinlah mengonsumsi beragam makanan yang meningkatkan kemampuan otak; seperti bluberry dan dark chocolate. Makanan ini mengandung antioxidant flavonoid yang dapat membantu melindungi otak.

- Berilah otak Anda “makan”. Defisiensi B12 berpengaruh amat nyata terhadap proses kemunduran otak. Oleh karena itu, perkuatlah otak Anda dengan memasukkan sajian sumber-sumber vitamin B12 dalam jadwal makan Anda. Konsumsilah folic acid yang terdapat dalam sayuran berwarna hijau tua termasuk taoge, bayam, kobis, dan brokoli. Folic acid dapat meningkatkan daya memori dan mempercepat proses informasi. Makanlah buah berry minimal sekali atau dua kali dalam sebulan. Pilihlah makanan yang kaya kandungan minyak ikan omega 3 fatty acids yang akan membantu otak untuk memperbaiki dirinya sendiri, seperti mackerel/salmon/sardine setidaknya setiap minggu sekali.

- Sarapan pagi adalah kegiatan yang harus dilakukan demi menjaga kesehatan otak Anda. Janganlah sarapan yang menunya hanya kopi! Lebih baik pilihlah semangkuk cereal dan teh jika Anda takut gemuk karena sarapan setiap hari. Tapi yang terbaik, usahakanlah makan telur serta buah atau jus buah sebagai sarapan sehat.

- Karbohidrat hanya sampai jam 17.00. Memang karbohidrat adalah sumber kalori yang hebat, tapi karbohidrat juga memberi Anda bonus serotonin yang membuat pikiran menjadi tenang. Ini tentu saja tidak diinginkan bila Anda sedang membutuhkan konsentrasi atau kewaspadaan yang tinggi. Namun simpanan karbohidrat untuk sisa hari tetaplah memberi bonus, yakni akan membantu Anda untuk rileks dan membuat tidur Anda kian nyenyak.

Jangan merokok! Hindari sebisa mungkin. Rokok membuat otak Anda cepat aus.



“OLAH RAGA” KAN OTAK ANDA 
- Berolahragalah! Otak akan berkembang dengan cepat seiring masuknya oksigen ke dalam tubuh. Jadi meskipun hanya berjalan cepat, lakukanlah. Namun yang terbaik adalah dua kali seminggu melakukan olah tubuh seperti; lari, bersepeda, berenang, atau olahraga aerobik lainnya. Dengan menggerakkan otot-otot, maka tubuh Anda akan memproduksi protein yang memegang peranan amat penting dalam proses berpikir kita. Olah raga dapat meningkatkan aliran oksigen ke otak, memperbaiki flexible thinking, dan bahkan membantu dalam melahirkan sel-sel syaraf yang baru.

- Jika dihadapkan pada keadaan harus mengendarai motor, janganlah takut naik motor. Beranilah mengemudi.

- Tidur dan relaksasi sangat penting untuk kesehatan otak. Usahakanlah dapat tidur nyenyak setiap malam.

- Beranilah melakukan kegiatan di luar aktifitas rutin Anda. Otak Anda akan menjadi segar karena hal ini. Lakukan kegiatan yang menurut Anda (semula) hanyalah kegiatan yang main-main. Mempelajari keahlian baru, makin sulit justru makin bagus. Sebab hal ini membantu menciptakan terbentuknya jaringan atau koneksi baru dalam otak.

- Latih otak Anda dengan ‘olahraga’ otak seperti belajar bahasa baru, main musik, dan scrabble. Bermainlah catur, permainan ini memperkuat hubungan jaringan antara lebih dari 30 bagian berbeda dalam otak.

- Gosoklah kedua tangan Anda bersama-sama. Lakukan gerakan ini dengan penuh semangat kapan pun Anda perlu untuk memusatkan perhatian pada sesuatu. Gerakan ini akan memperlambat kekuatan otak Anda, tapi sebaliknya meningkatkan kreativitas.



TEKNIK BERPIKIR BIJAK 

- Tumbuhkan rasa ingin tahu. Jangan hanya selalu meminta jawaban. Tapi tariklah kesimpulan Anda sendiri. Cara ini akan membantu kita mengembangkan logika dan alasannya.

- Sekali Anda memiliki cita-cita pribadi, selaraskan pikiran dan tindakan Anda ke arah cita-cita itu, dan terus bekerja keras untuk mewujudkannya.

- Jadilah diri Anda sendiri. Jangan hentikan keyakinan, majulah dalam iman dalam perbuatan. Nyamanlah dengan cita-cita Anda sendiri, jadilah orisinil.

- Tantanglah pikiran Anda dengan mempelajari sesuatu yang baru. Hal ini penting untuk ‘membangun cadangan pikiran’ yang Anda perlukan agar pikiran tetap tajam walau usia terus bertambah.

- Jangan takut dengan stres dan tantangan. Sedikit stres justru dapat memperbaiki memori Anda. Tapi jagalah tingkat stres Anda supaya jangan sampai terlalu tinggi. Hal ini berbahaya asalnya stres yang berlebihan membuat otak memproduksi hormon cortisol yang dapat erintangi kemampuan berpikir kita.



MENJAGA “KESEHATAN” OTAK 

- Yakinlah bahwa kesalahan-kesalahan yang Anda lakukan dalam hidup ini hanya sementara. Jadi terimalah kesalahan-kesalahan yang telah terjadi, pelajari semua itu, serta tariklah kesimpulan dan hikmahnya. Lalu tempalah diri Anda kembali melangkah maju.

- Jangan bombardir otak Anda dengan terlalu banyak tragedi. Jika terlalu banyak pikiran negatif memenuhi benak Anda, maka prasangka negatif itu akan membatasi perhatian Anda terhadap persoalan lainnya.

- Apabila Anda pernah mengalami peristiwa yang mengejutkan dan memalukan yang diketahui oleh banyak orang, belajarlah menertawakan diri sendiri. Peritiwa itu telah terjadi dan telah berlalu. Untuk dapat tetap meraih cita-cita Anda, caranya adalah dengan terus berjalan.

- Tantanglah pikiran Anda dengan mempelajari sesuatu yang baru. Hal ini penting untuk ‘membangun cadangan pikiran’ yang Anda perlukan agar pikiran tetap tajam walau usia terus bertambah.

- Hindari pikiran negatif dan pesimis karena dapat menurunkan kekuatan otak, khususnya kadar hormon dopamine yang disebut juga hormon ebahagiaan. Hormon ini semakin menurun seiring bertambahnya usia
Anda. Jadi, berusahalah untuk menjadi orang yang berbahagia supaya otak Anda awet muda.

- Tertawalah.


LAKUKANLAH KEGIATAN-KEGIATAN “CERDAS”

- Lakukanlah observasi yang dapat membuat mata Anda berbinar-binar. Observasi yang tepat membuat diri Anda cerdas.

- Mengobrollah dengan orang-orang yang dapat berpikir cepat. Mereka disebut juga class clown artinya orang yang pandai dan unggul dalam berpikir disebabkan karena berpikirnya cepat.

- Buatlah action plan. Susunlah langkah-langkah yang dapat dicapai setiap minggu yang memungkinkan untuk dikerjakan, lalu siapkan hadiah untuk diri sendiri jika Anda berhasil mencapai target. Metode ini mengajar kita cara yang jitu untuk mengenal diri sendiri.

- Perbanyak membaca dan kuasai berbagai topik. Dengarkanlah siaran radio dan belajarlah menyukai warta berita di televisi.

- Praktekkan skala prioritas. First thing first. Kenali yang terpenting. Berkonsentrasilah terhadap satu tugas dalam satu waktu. Namun ini bukan berarti Anda tidak mampu mengerjakan dua hal pada saat yang bersamaan. Anda masih bisa melakukan dua hal sekaligus, hanya saja kemungkinan Anda tidak dapat menyelesaikannya dengan sempurna.

- Ketika sedang menulis, cobalah untuk menggunakan tangan yang lain. Tindakan ini akan merangsang bagian cortex kanan dari otak dan sekaligus merangsang kreativitas Anda.

- Berlatihlah membaca cepat. Cobalah menscanning lembaran koran daripada membaca setiap kata, sehingga Anda dapat menyerap informasi dua kali lebih cepat. Dengan mempercepat pikiran Anda secara sadar justru akan membuat Anda menjadi lebih kreatif.

- Studi membuktikan bahwa memori dan pemahaman akan meningkat 25% ketika postur tubuh diperbaiki. Maka cobalah untuk meluruskan tubuh Anda. Jangan duduk seenaknya. Duduklah dengan kedua kaki di lantai dan biarkan tulang belakang bagian bawah dan pantat Anda dalam posisi tegak lurus di kursi. Bila postur tubuh Anda kurang baik, kumpulan neuron akan menjadi terbelit, karena zat kimia otak berjalan-jalan ke tulang Anda melalui sel-sel syaraf.

- Sikatlah rambut Anda. Menyisir bagaikan memberi listrik pada otak. Tindakan ini akan membangunkan sel-sel otak Anda, sebab menyisir rambut bagaikan melakukan pemijatan pada kepala. Caranya? Tekan-tekan kepala Anda dengan lembut sebab gerakan ini dapat merangsang kulit kepala. Mulailah dengan menekan ujung jari Anda ke sebelah cuping hidung, terus gerakkan ke arah belakang kepala hingga kedua jari-jari Anda bertemu di kepala bagian belakang. Ulangi gerakan ini dan tempatkan jari-jari Anda kembali di depan.

- Pelajarilah kehidupan orang-orang sukses. Faktor keberuntungan hanya memiliki peran yang terkecil, faktor yang terbesar adalah ketekunan, kerja keras, dan motivasi.